VanBumen Explore

Menu

Statement Gemblung Bob Sadino Untuk Kaum Muda

Siapa yang tak kenal Bob Sadino (yang umum di panggil Om Bob) ikon bisnis dan motivasi yang telah menghiasi dinamika banyak bisnis di Indonesia.Bob Sadino dikenal blak-blakan dalam menyajikan seminar bisnis, dengan gaya keren dan selalu setia tampil dengan celana pendeknya. Jika beberapa kali Anda mengikuti seminar dan diskusi bersamanya, pasti Anda akan merekam keras pernyataan-pernyataan yang mungkin tidak biasa bagi Anda. Pernyataan yang menyebabkan kontroversi dan bahkan menyebabkan beberapa Mahasiswa akhirnya keluar dan berhenti kuliah.Sebagai orang yang cerdas, apa yang disampaikannya terkadang tidak masuk akal dan tidak logis. Itulah dia (Om Bob), apalagi yang masih belum tahu banyak tentang seminarnya, Anda harus datang, melihat dan mengamati apa maksud ekspresi dan apa yang terkandung pada pernyataan yang dia sampaikan.Selama seminar beberapa kali bahwa dia menyampaikan statement, berikut adalah Statement Gemblung Bob Sadino Untuk Kaum Muda jika kita menelan apa yang disampaikan. Ini adalah pendapat pribadi saya, Anda mungkin setuju atau mungkin tidak, itu hak Anda.Pertimbangkan beberapa statement dia, berikut di bawah ini.

1. Bisnis Hanya Modal Dengkul. Bahkan Jika Anda Tidak Memiliki Dengkul, Pinjam Dengkul Orang Lain.
Banyak peserta dalam sesi tanya jawab mengeluhkan keterbatasan modal, maka apa yang Om Bob katakan tentang ini?

Dia berkata, “Bagaimana kalau dengkulnya dibeli 500 juta? Tentu tak mau kan, maka Anda memiliki modal 1 miliar karena dengan 2 dengkul Anda!” Got it?

Begitulah karakter Om Bob yang nyentrik, “gemblung” untuk beberapa orang yang hanya menangkap apa yang dikatakan tetapi tidak menangkap apa yang disampaikan, bejolah orang yang di“gemblung”kan Om Bob ada dijalan kebaikan dan mereka kemudian menjadi seorang pengusaha dan sukses.

Jika gagal, maka harus menghabiskan kegagalan tersebut hingga yang didapat hanyalah keberhasilan yang tersisa. Ada pepatah menarik yang harus diperhatikan. Karena ini mengapa saya menulis artikel ini dan berbagi kepada Anda. Ketika saya menghadiri seminar, dan kemudian ada yang iseng untuk bertanya pada sesi tanya jawab dengan gaya bicara bertanya yang santai serta untuk menjebak Om Bob.

Pertanyaannya seperti ini “Bisnis apakah yang prospektif Om Bob?”
Sebelum menjawab dia bertanya, “Anda punya bisnis?” Aku berkata “Tidak, itu sebabnya saya ingin bertanya Om Bob?”
Dengan tertawa dia berkata “Bisnis adalah bisnis prospektif yang “selalu berjalan” bukan yang terus ditanyakan!”

Sangat singkat tapi mencolok, terkejut saya dengan jawaban dia. Selama ini (dia yang bertanya) hanya mencari referensi, bertanya di sana dan di sini tanpa segera berdiri dan mulai membuka usaha. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mulai berbisnis?

2. IPK di Atas 3 Koma Alamat Kandidat Karyawan.
Ada satu fakta menarik. Om Bob mengatakan bahwa kuliah kok dengan IPK di atas 3, itu berarti calon karyawan. Ini masuk akal, karena kecenderungan orang yang memiliki IPK yang baik di perguruan tinggi apalagi favorit, pasti memiliki cita-cita tinggi untuk menerapkan pengetahuan mereka. Tidak lain adalah pekerjaan, di perusahaan dan jadi karyawan.

Itulah tepatnya mengapa Bob Sadino mengajarkannya, jika Anda ingin bisnis yang sukses IPK harus melorot. Ini tidak ada yang salah. Karena dengan ini tidak ada pilihan lain selain berwirausaha, karena akan berlaku meskipun tidak melamar pekerjaan tidak mau ada yang terima karena IPK di bawah standar, sehingga akan “dipaksa” untuk memilih jalur kewirausahaan. Jadi apa yang terjadi jika IPK di atas 3, kemudian memilih untuk melakukan bisnis? Itu ada, tapi sangat sedikit.

Sekali lagi Hidup adalah Pilihan, secara logis yang IPK-nya di atas 3 ini jika diterapkan dalam bisnis hasilnya harus lebih baik dari yang tidak, bukan?

3. Jika Anda Ingin Bahagia (Sukses) Jangan Jadi Karyawan.
Dalam salah satu seminar dia pernah mengklaim pernyataan yang membuat pesertanya bergemuruh, yaitu, bahwa “Jika Anda ingin bahagia (sukses), jangan jadi karyawan”. Sedangkan peserta seminar yang datang adalah sebagian besar karyawan, coba bayangkan!

Pernyataan Om Bob menurut pendapat saya, tidak salah. Tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Kebahagiaan dan kesuksesan tidak semata-mata diukur dengan materi dan apa profesi seseorang. Jadi apakah hidup sebagai karyawan tidak bahagia? Tak juga. Banyak karyawan puas dengan dalam kondisi apapun. Kebahagiaan punya parameter yang sangat berbeda, berbeda buat setiap orang.

Apakah pernyataan ini salah? Tak juga. Memang, kemungkinan mencapai kebahagiaan dengan kelimpahan materi akan lebih terasa jika kita mencapainya melalui bisnis, melalui perdagangan dan sukses. Tapi beberapa pengusaha juga dalam lilitan utang dan ujungnya sengsara. Sekali lagi pilihan untuk sukses dan bahagia ya tergantung yang menjalani. Tentu saja konsekuensi dari masing-masing dengan melakukan bisnis, peluang seseorang untuk mencapai puncak kebahagiaan jauh lebih terbuka.

4. Jika Anda Ingin Menjadi Kaya, Bisnis Sayur.
Memang awalnya dia hanya pengusaha bisnis sayuran, layak saja dia menganjurkan bisnis sayuran. Kenapa saya sebut ini “gemblung”?

Karena itu adalah ciri khas orang yang konsisten dengan apa yang dikatakan. Dia mengajarkan apa yang telah dia lakukan dan menunjukkan apa yang telah berlalu, sehingga tidak asal ngomong saja. Cerdas bukan?

5. Kuliah Itu Membuat Bodoh, Yang Hadir Dalam Seminar Ini, Besok Jangan Masuk Kuliah.
Dalam seminar lain, dia secara terbuka menyatakan bahwa kuliah menyebabkan “bodoh”, dan mengatakan untuk tidak masuk kuliah besok. Sangat frontal memang, memberikan pernyataan seperti itu di depan ratusan Mahasiswa dan akademisi.

Tentu saja banyak audience kemudian heboh dengan sendirinya, maklum bahwa sebagian besar udience adalah Mahasiswa muda yang naif, lugu dan baru semangatnya untuk mencari jatidiri di kampus tercinta. Mendengar pernyataan yang dia lontarkan tentu pikir dan batinnya berontak.

Tetapi jika kita untuk berpikir secara mendalam, apa yang disampaikan Om Bob sebenarnya sangat wajar. Tapi bagi sebagian orang ini benar-benar menyesatkan, terutama untuk MABA (Mahasiswa Baru).

Maksudnya, jika Anda ingin mencapai dalam karir bisnis Anda dengan otodidak dan belajar menjual sablon, misalnya (seperti yang banyak dilakukan MABA saat membuat rencana bisnis) terus apa fungsinya kuliah, jika ilmu yang dipelajari adalah Science. Jadi apa lagi istilah yang tepat jika itu bukan “Goblok” (versi Bob Sadino). Contoh lain : bisnis di bidang desain padahal kuliahnya di MIPA, bisnis dalam bidang hiburan padahal kuliah psikologi, lalu bisnis makanan sedangkan kuliahnya ambil Teknik.

Betapa bodohnya itu? Apa yang susah dan repot-repot dipelajari, tidak digunakan dalam bisnis. Lalu bagaimana seharusnya? Anda seharusnya dapat menjawabnya.

6. Kuliah Itu Hanya Memasukan “Sampah” ke Dalam Kepala Anda.
Statement “gemblung” lainnya adalah “Kuliah itu membuang sampah ke kepala Anda”. Untuk beberapa orang yang masih kuliah mendengar pernyataan ini tentu protes, karena tidak sedikit audience yang notabenenya masih kuliah.

Mereka merasa apa yang dilakukan setiap hari berarti membuang sampah ke dalam kepala mereka? Apakah ini salah? Tak juga, karena benar apa yang dipelajari itu tidak digunakan di masa depan, jika kita bercita-cita menjadi pengusaha sukses seperti Om Bob.

Kenapa? Karena Bob Sadino meniti karier bisnisnya dari awal (nol), belajar dari lapangan, dari pengalaman dan percobaannya sendiri. Jadi ketika mempelajari sesuatu dalam perkuliahan dan sementara apa yang dipelajarinya tidak digunakan, kemudian apa yang sudah dipelajari semuanya itu menjadi sampah bagi otak kita.

Saran ini yang jadi memperkuat pernyataan dia bahwa, “Jadilah manusia pembelajar”. Jangan hanya dari kuliah, tapi belajar dari kuliah kehidupan yang dijalani.

7. Orang Pebisnis Harus Nyentrik.
Apakah bisnis harus nyentrik? Bisa iya, bisa juga tidak, jika biasanya Om Bob Sadino senyentrik itu tentu orang akan menghormatinya, maklum, selain pengusaha, dia juga membimbing banyak orang dan menghasilkan pengusaha yang berbobot juga dibawah generasinya Om Bob.

Wajar bila penampilan senyentrik apapun itu maka orang akan segan dengan dia. Nah kalau bagi kita, itu kembali ke urusan masing-masing, mau nyentrik silahkan, tidak juga tidak menjadi masalah.

Please rate this

Categories:   Umum

Comments on Statement Gemblung Bob Sadino Untuk Kaum Muda