VanBumen Explore

Menu

Trik Mensiasati Hormon Stres

Oleh: Siagian Priska

Membuat hormon kortisol bekerja sesuai fungsinya.

Ada hal yang unik dari hormon kortisol. Jika selama ini kita mengenalnya sebagai hormon penyebab stres, ternyata kortisol memiliki sisi koin yang lain. Sisi itu adalah, hormon ini membantu tubuh meregulasi tekanan darah dan memompa kerja imunitas tubuh untuk melawan peradarangan.

Hanya saja, kortisol juga hormon yang sensitif. Saat kita stress, produksinya akan berlebihan yang kemudian membuat kita bertemu dengan sisi koin lain dari hormon kortisol. Produksi kortisol yang berlebih akan membuat kita sulit tidur, depresi, tekanan darah merosot yang kemudian membuat kita merasa lemas, dan nafsu makan berlebih.

“Secara insting, tubuh akan meminta kita untuk makan dengan kandungan kalori yang tinggi. Itu kenapa orang yang mengalami stres panjang juga memiliki kecendrungan bobot yang berlebih,” papar ahli nutrisi biologis Shawn Talbott, PhD., yang juga menulis buku The Cortisol Connection.

Jadi untuk membuat kortisol bisa bekerja menguntungkan bagi tubuh kita, coba lakukan manajemen stres berikut ini. Cara-cara senderhana ini akan membantu kita memangkas produksi hormon kortisol bisa sampai setengahnya.

Katakan “Om” maka kita mendapat diskon 20 persen hormon kortisol.

Orang yang dengan teratur selama 6 minggu melakukan meditasi menunjukkan penurunan hormon kortisol dan membuat tekanan darahnya tetap stabil. Ini diketahui dari penelitian yang dilakukan pemeluk agama Buddha di Thailand.

Bahkan ketika para responden diminta untuk melakukan meditasi selama 4 bulan berturut-turut, hormon kortisol berhasil ditekan hingga 20 persen. Sementara responden yang tidak melakukan meditasi, hormon stresnya secara perlahan menunjukkan peningkatan. Demikian dipaparkan oleh Maharishi University, terhadap penelitian yang mereka lakukan.

Dengarkan lagu-lagu favorit, dapat menjaga kenaikan hormon kortisol hingga 66 persen.

Musik bisa memberikan efek menenangkan pada otak. Dan ketenangan adalah hal yang cukup efektif mengeluarkan kita dari situasi stres. Para dokter di Japan’s Osaka Medical Center melakukan perawatan unik pada pasien-pasien yang akan melakukan pemeriksaan koloskopi.

Mereka diminta untuk mendengarkan musik dengan irama yang lembut. Hasilnya, hormon kortisol bisa ditahan dan jika dibandingkan yang tidak didengarkan musik, hasilnya berbeda jauh.

Koloskopi adalah pemeriksaan usus besar dengan memasukkan lensa serat optik yang sangat lentur dari anus sampai menjangkau usus besar.Prosedur pemeriksaan inilah yang sering kali membuat para pasien mengalami stres.

Tidur dengan nyenyak akan menekan produksi hormon kortisol sampai 50 persen.

Mau tahu di mana letak perbedaan orang yang tidur 6 jam dengan yang 8 jam? “Mereka yang tidur hanya 6 jam memiliki hormon kortisol 50 persen lebih banyak di dalam darah,” jawab Talbott.

Ini diketahui dari penelitian yang dilakukan terhadap pilot. Dan mereka yang hanya tidur 6-7 jam di malam hari, hormon kortisolnya tak hanya meningkat tapi ‘betah’ tinggal dalam darah selama 2 hari. Studi yang dilakukan oleh Germany’s Institute for Aerospace Medicine ini pun merekomendasikan agar kita memberikan tubuh istirahat di malam hari selama 8 jam.

Menikmati secangkir teh dapat memangkas 47 persen hormon kortisol.

Teh terbukti memberikan kita ketenangan dan kenyamanan. Dan University College London adalah salah satu lembaga pendidikan yang membuktikannya. Penelitian dilakukan pada mahasiswa mereka. Para dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah yang rajin meminum teh sedangkan kelompok kedua jarang minum teh. Kedua kelompok mahasiswa ini diminta untuk mengerjakan soal yang sangat rumit yang kemudian memicu produksi hormon kortisol.

Hasilnya, kelompok pertama berhasil menekan produksi hormon kortisol hingga 47 persen. Sementara kelompok pembandingnya hanya mampu menurunkan sebanyak 27 persen. Kepala penelitian Andrew Steptoe, PhD., menjelaskan kandungan polifenol dan flavonoid yang ada dalam teh adalah yang berperan menekan produksi hormon stres.

Dekatilah teman-teman yang jago melucu, karena ini bisa menekan hormon kortisol sampai 39 persen.

Percayalah, saat kita tertawa ketika teman atau sahabat menceritakan cerita lucu, maka dengan cepat kita bisa tak memikirkan masalah yang membuat kening berkerut. Bahkan tanpa kita sadari, teman-teman yang memang selalu berhasil menciptakan suasana lebih ceria dan penuh tawa akan membuat tubuh kita bereaksi lebih rileks. Ini diketahui dari hasil penelitian yang dilakukan Loma Linda University.

Berikan tubuh pijatan relaksasi untuk menekan produksi hormon kortisol hingga 31 persen.

Berdasarkan studi yang dilakukan University of Miami School of Medicine, memberikan tubuh pijatan adalah cara untuk membuat otot-otot kembali rileks. Bahkan apabila kita punya jadwal yang teratur untuk dipijat, hormon kortisol bisa ditekan sampai 1/3 dari rata-rata. Tak hanya itu, pijatan juga akan membuat tubuh lebih banyak mengeluarkan hormone dopamin dan serotonin yang memberikan tubuh sensasi rasa senang serta bahagia.

Kembalilah ke ritual agama. Tak hanya untuk memperkaya jiwa tapi juga efektif menghambat produksi hormon kortisol sampai 25 persen.

Ritual agama tak hanya membuat iman kita kuat tapi mempermudah kita untuk keluar dari tekanan hidup sehari-hari. University of Mississippi bahkan menyakini, ritual agama dapat dengan mudah menekan produksi hormone kortisol. Dan kesimpulan ini dilihat ketika melakukan perbandingan dengan orang yang rajin melakukan ritual agama dengan yang tidak.

Mengunyah permen karet bisa menghambat produksi hormon kortisol 12 hingga 16 persen.

Dari pada memasukkan makanan manis atau tinggi lemak setiap kali mendapatkan serangan stres, lebih baik mengunyah permen karet. Sebab Northumbria University di Inggris menemukan fakta, mengunya permen karet dapat membuat otak tak terlalu bersemangat memproduksi hormon kortisol. Penekanan produksinya bisa sampai 12 persen. Sebab ketika kita mengunyah permen karet, ternyata aliran darah semakin lancar dan membuat aktivitas otak lebih optimal.

# Posting Rintisan, dimuat ulang dari Prefention Indonesia

Please rate this

Categories:   Tips Trik

Comments on Trik Mensiasati Hormon Stres