VanBumen Explore

Jeritan Hati Mahasiswa yang Merasa Hidupnya Salah Ambil Jurusan Kuliah

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Idealnya, jurusan yang kita ambil ketika kuliah itu sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki. Tetapi, ada kalanya kita nggak cukup beruntung untuk masuk ke jurusan yang memang cocok dengan kita. Ketidak tepatan itu dapat muncul karena dipaksa orang tua masuk jurusan tertentu atau karena kita sendiri memang bingung ingin melanjutkan ke mana selepas SMA.

Sekarang, VanBumen akan mencoba menggali bagaimana rasanya dan apa saja suka dukanya kuliah di jurusan yang nggak pas dengan passion-mu.

1. Kamu Sering Nggak Paham dengan Apa yang Kamu Pelajari

Mungkin kamu paham dengan materi kuliahnya, ‘kan kamu nggak bodoh-bodoh amat. Yang nggak kamu pahami adalah apa faedah ilmunya untuk kehidupanmu kelak.

Misalnya nih, kamu adalah mahasiswa akuntansi yang passion-nya nulis. Setiap disuruh membuat neraca atau belajar menghitung pajak, kamu nggak ngerti apa manfaatnya itu untuk kehidupanmu kelak. Wong kamu juga penginnya nulis kok, ngapain coba repot belajar menghitung pajak?

2. Kerajinanmu Kuliah Ada Terms And Condition Apply-Nya. Hanya Demi Ketemu Teman-Temanmu atau Dosen yang Kece

Kuliah hanya dapat kamu nikmati jika salah satu dari syarat di bawah ini terpenuhi:

  • Dosennya cantik/ganteng,
  • Dosennya nggak terlalu kece, tetapi asik dan punya selera humor yang tinggi,
  • Ada sahabat seperjuanganmu di situ,
  • Ada teman sekelas cowok atau cewek yang sedap untuk dipandang dari kejauhan atau
  • Hari itu ada kuis atau presentasi.

3. Jika Syarat-Syarat Itu Nggak Terpenuhi, Mendingan Kamu Titip Absen Deh!

Kamu: “Bro, kuliah nggak entar?”

Teman: “Kuliah, Bro”.

Kamu: “Gue agak males nih, Bro. Di kelas nggak ada yang kece. Tolong TA-in gue yak!”

Nah, ini penyakitnya orang yang pengin bolos kuliah tetapi tetap ingin dianggap masuk: titip absen dengan temannya. Sebenarnya hal ini nggak baik sih, apalagi jika ketahuan dosenmu. Bisa-bisa kena sanksi atau juga diberi nilai D, E atau F (Tidak Lulus). Jadi, jangan ditiru ya!

4. Hal Kedua yang Paling Membuatmu Malas Setelah Datang ke Kelas Adalah: BELAJAR!

Kamu: (Ngecek jadwal di kalender mini di handphone kamu) “Oh, ternyata besok ada UTS matakuliah xxxxxx”. (Lanjutin main DOTA 2)

5. Tujuan Utama Kuliah: Mengejar IPK Lumayan dan Ijazah

Buat kamu, IPK memang bukan penentu nasib. Tetapi, malu dong dengan diri sendiri jika IPK-nya nasakom (nasib satu koma – red). Yaaah, minimal 3 lah ya, supaya tetap dapat bangga melihat transkrip nilai sendiri ketika lulus nanti. Dan jangan lupa, ijazah juga penting sekali, karena ini dapat membantu membuka banyak pintu kesempatan buatmu.

6. Bolos Kuliah Untuk Cari Uang? Biasa!

Kalo udah gini, kamu lebih suka mengisi waktumu untuk menambah uang jajan dan pengalaman dibandingkan dengan kuliah. Maka dari itu, kamu lebih memilih untuk kerja paruh waktu atau ikutan kerja di event-eventtertentu. Jadi, jika misalnya jadwal kuliahnya bentrok dengan jadwal jaga di event, terpaksa deh bolos kuliah dulu.

Yang jelas, dari situ kamu dapat upah untuk nambah-nambah uang jajan dan pengalaman untuk menghiasi CV-mu.

7. Lebih Aktif di Kegiatan Non-Akademik Dibanding Kegiatan Akademik? Juga Biasa!

Sama kayak di atas, kamu lebih tertarik dengan kegiatan-kegiatan non-akademik kayak unit kegiatan mahasiswa, komunitas di luar kampus, seminar yang nggak ada hubungannya dengan jurusan atau bahkan ikutan demo. Bagi kamu, ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan softskill dan kepekaanmu yang berguna untuk masa depanmu kelak.

8. Tugas-Tugas Selalu Berusaha Kamu Kerjakan dengan Seefisien Mungkin

Salah jurusan bukan berarti nggak bertanggungjawab, kan? Tugas-tugas matakuliah yang kamu dapat tetap kamu kerjakan dengan serius. Tetapi, tentu saja tetap harus efisien dan minimalis, soalnya kamu nggak ingin menyia-nyiakan waktumu yang berharga hanya untuk berkutat dengan tugas.

Dosen: “Besok hari kumpulkan paper yaks, untuk minimal katanya adalah 3000 kata”.

Kamu: (dalam hati) Bagaimana caranya pokoknya MAKSIMAL hanya boleh nulis 3000 kata. Mendingan gue pake untuk ngerjain pesenan kaos waktunya.

Apa yang minim dari diri dosen dan teman-temanmu, adalah batas maksimal untukmu.

Yang jelas, kamu memegang teguh kutipan berikut ini:

“I choose a lazy person to do a hard job. Because a lazy person will find an easy way to do it”.

Bill Gates

9. Karena Nggak Memasang Target Tinggi Untuk Kuliah, Kamu Juga Nggak Ingin Repot-Repot Mengulang Matakuliah yang Dapet C

Kawan: (mantengin KHS) “Mati gue, dapet nilai C! Kudu ngulang!”.

Kamu: (kalem).

Kawan: “Lo koq adem ayem banget sih bro? Emangnya Lo dapet nilai apaan? Pasti A ya?”.

Kamu: “Gue dapet nilai C- bro! Ya udah lah, ini juga sudah bersyukur”.

Sebagai mahasiswa yang salah jurusan, pasti tentunya ada matakuliah tertentu yang sulit untuk kamu ikuti — untungnya sih nggak semua. Untuk matakuliah yang kayak gini, kamu nggak ingin berharap banyak. Nilai C, walau sedikit membuatmu agak kecewa, setidaknya kamu sudah memenuhi ekspektasimu yang sebetulnya memang nggak dipasang tinggi-tinggi. Yang paling penting dan utama di otak kamu adalah lulus dan nggak perlu mengulang.

10. Setelah Mendapat Nilai yang Sesuai Ekspektasi, Matakuliah yang Kamu dapat Akan Segera Kamu Lupakan

Semua kenangan manis dan pahit tentang kuliah semester lalu yang memenuhi harddisk pikiranmu akhirnya dapat kamu hapus. Yang tersisa di benakmu kini hanyalah rasa lapang yang teduh.

#APASIH

Hehehe. Yah, intinya adalah setelah nilaimu semeseter lalu keluar, kamu nggak ingin lagi repot-repot mengingat ilmu yang sudah kamu pelajari sebelumnya. Biarkanlah saja semua berlalu dengan bersama angin.

11. Bagimu, Perpustakaan Bukanlah Tempat Untuk Cari Buku Referensi Matakuliah

Di perpustakaan, kamu punya tujuan lain yang lebih mulia daripada sekadar cari buku materi kuliah. Kamu memanfaatkan perpustakaan untuk membaca riset, mempelajari ilmu praktis melalui komputer perpus yang internetnya kencang dan biografi orang-orang yang sukses atau sekadar refreshing baca novel dan kumpulan cerpen.

12. Kamu Lebih Banyak Menghabiskan Waktu Untuk Hobi Dibanding Kuliah

Jelas, dong! Pekerjaan yang bakal sangat kamu nikmati, adalah pekerjaan yang berasal dari hobimu. Dengan menekuni hobi, siapa tahu kamu dapat menemukan peluang bisnis dan menjadikannya lahan penghasilanmu kelak.

13. Ketika Datang Waktunya Ngerjain Skripsi, Kamu Babar Blas Nggak Ada Gambaran Ingin Ngambil Judul Apa

Judul skripsi yang akan kamu ajukan itu harusnya sesuai dengan peminatanmu ketika kuliah. Nah, jika ternyata kamu nggak minat dengan apa-apa terus bagaimana dong? Yah, pastikan saja kamu membuat skripsi yang sederhana tetapi aplikatif untuk kehidupanmu kelak. Jangan lupa konsultasi dengan dosen pembimbing dan minta restu orang tua, ya.

14. (Lagi-Lagi) Skripsi Juga Kamu Garap Seefisien Mungkin

Buat kamu, yang penting kamu paham dengan isi skripsimu, nggak dibantai dengan dosen penguji dan lulus sidang dengan nilai minimal B! Udah cukup, nggak perlu aneh-aneh lagi!

15. Kalau Ditanya Apa yang Berkesan di Masa Kuliahmu Jawabanmu Adalah….

Kalau ingin jujur ya hampir nggak ada sih. Ilmunya nggak sreg di hati, cara mengajar dosennya juga biasa-biasa saja, lingkungan pergaulannya juga tidak wow di mata kamu. Satu-satunya yang akan menyelamatkanmu adalah kesadaran bahwa kuliah itu tanggung jawab yang harus kamu selesaikan.

16. Tetapi Walau Bagaimanapun, Kamu Sadar Bahwa Kamu Termasuk Orang yang Beruntung Karena Masih dapat Kuliah

Meski salah jurusan, kamu tetap bersyukur kok dapat kuliah. Masih banyak sekali orang-orang yang harus puas mengenyam pendidikan setingkat SMA dan nggak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Makanya, kamu nggak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan tanggung jawab ini untuk malas-malasan dan dapat nilai jelek.

Kamu paham, orang tuamu udah kerja keras untuk membiayai kuliahmu yang biayanya nggak murah. Makanya, kamu juga nggak ingin mengecewakan mereka.

17. Kuliah Udah Membuka Wawasanmu Terhadap Banyak Hal dan Membentuk Pola Pikirmu Seperti Sekarang

Mengenyam pendidikan di PT berarti sudah mulai membuka kesempatan yang luas untuk berjumpa dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda-beda dan merasakan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah kamu rasakan dan merupakan hal baru. Dari sanalah, wawasan kamu tentang kehidupan di dunia nyata mulai terbuka dan terus berkembang. Dan kamu juga mempunyai pola pikir yang seperti sekarang juga karena jasa dan pengaruh mereka semua.

18. Lagipula Lewat Kuliah di Jurusan yang Tidak Sesuai Minat, Kamu Justru dapat Mendapatkan Kehidupan yang Lebih “Kaya”

Tidak disangka, pengalamanmu salah jurusan justru dapat membuatmu “sekaya” yang sekarang ini. Jika nggak salah jurusan, mana mungkin kamu tergerak menekuni hobi yang kini jadi mata pencaharianmu?

Kalau kuliah di tempat yang sesuai minat, dapat jadi kamu nggak getol cari pengalaman kerja yang ternyata bermanfaat sekali untuk masa depan.

Kalau nggak pernah salah jurusan, barangkali hingga sekarang kamu nggak tahu arti dari kerja keras dan menunaikan tanggung jawab. Walau bagaimanapun kamu harus tetap bersyukur.

19. Kamupun Menganggap Salah Jurusan Hanyalah Salah Satu Tantangan Dalam Hidupmu

Dan kamu harus berhasil melewatinya. MKC. Mbuh Kepiye Carane. Apapun jalan yang harus kamu tempuh untuk mengatasinya.

Salah jurusan? Siapa takut?! Udah terlanjur kecemplung ini kan? Kelarin aja!

Meski kuliah di jurusan yang tidak sesuai minat kamu, bukan berarti jalan untuk menuju impian kamu tertutup dan kamu nggak dapat berprestasi loh. Kamu masih dapat mencapai banyak hal dan dapat mengejar rencanamu dengan berbagai cara. So, semangatlah!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Categories:   Hiburan

Comments