VanBumen Explore

Fakta vs. Mitos: Hal-Hal yang Akan Kamu Jumpai dalam Pacaran

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Banyak cewek maupun cowok ingin bisa memiliki pacar. Di bayangan mereka, pacaran itu indah dan menyenangkan layaknya di film dan novel remaja. Satu kabar buruk buat kamu, Nak: kamu tidak akan memperoleh hubungan romantis dengan vampir-vampir tampan dan cantik.

Dalam artikel ini VANBUMEN akan berusaha menjelaskan bahwa menjalani hubungan itu tidak hanya soal cinta-cinta atau bersenang-senang. Kamu juga harus siap sakit hati dan banting tulang mempertahankan perasaan. Pada akhirnya, cinta itu bakal lenyap kalau tidak kamu usahakan.

1. Kamu Tidak Butuh Cinta yang “Epik dan Selamanya”. Yang Kamu Perlukan Hanya Hubungan yang Sehat


Healthy relationships via www.lifehack.org

Anak muda yang belum pernah menjalin kisah asmara pada umumnya berharap menemukan pujaan hati dan menjalin hubungan yang epik layaknya Noah dan Allie dari film The Notebook. Mereka juga mungkin percaya pada cinta ala-ala Jack dan Rose dari Titanic. Kayaknya semakin tragis dan pahit, semakin indah pula kisah cintamu. Lalu kamu berharap semua orang tahu.

Tapi sebenarnya, kamu tidak butuh hubungan di mana salah satu pihak berkorban sampai yang lain juga ikut menderita. Itu sih hubungan yang tidak sehat. Hubungan yang baik dan pantas buat kamu jalani adalah hubungan yang menghormati satu sama lain. Mengubah diri satu sama lain menjadi orang yang lebih elok hati dari sebelumnya. Cinta itu agung karena bikin kita bahagia, bukan menderita!

2. Dalam Hubungan, Kebahagiaan Itu Bukan Lagi Milikmu Sendiri — Melainkan Sesuatu yang Harus Kamu Bagi


Bahagia milik semua pasangan via forcoloredgurls.com

Dari yang kamu lihat dari sinetron dan novel teenlit, cinta akan membawamu merasa sangat-sangat bahagia. Layaknya menemukan kembali potongan puzzle yang hilang, cinta seolah melengkapi dirimu seutuhnya. Hari yang selama ini membosankan kini menjadi berwarna. Duh, pokoknya serasa kamu pinguin paling bahagia di dunia ini.

Kenyataannya, ketika kamu punya pasangan, kamu tidak akan merasa bahagia ketika pacarmu juga tidak bahagia. Dalam hubungan, perasaanmu sebenarnya tergadaikan. Apa yang kamu rasakan akan lebih tergantung pada mood dan kondisi orang lain. Makanya, hati-hati dalam memilih pasangan. Jangan sampai dia menyeretmu pada ketidakbahagiaan.

3. Kamu dan Pacarmu Bukanlah Satu Kesatuan yang Tidak Terpisahkan. Kalian Tetap Dua Individu yang Berlainan


Kamu dan dia tetap berbeda via crashcoursephotography.com

Kamu membayangkan selalu bisa pergi kemana-mana bersama pacar. Ketika diundang ke sebuah tempat, kalian datang sebagai satu kesatuan. Ada dia, ada kamu pokoknya. Di kepalamu, kamu membayangkan orang-orang akan heran jika salah satu dari kalian terlihat muncul sendirian. Untuk itu kamu akan selalu berusaha ada untuk dia, dan kamu menuntut dia selalu ada untuk kamu.

Namun kenyataannya, kalian berdua tetaplah dua manusia yang diciptakan. Kalian punya tubuh dan pikiran masing-masing. Nilai dan prinsip masing-masing. Yang akan membuat kalian langgeng bukanlah satu-tidaknya kalian, melainkan sinkron-tidaknya nilai kalian. Bukan berarti kalian tidak bisa membangun hubungan yang kuat. Justru usaha dari kedua belah pihak yang bisa menjaga hubungan asmara tetap belangsung.

4. Hal Negatif PASTI Akan Menghampiri


Bersatu kuat via weheartit.com

Jangan naif. Tidak semua hal akan baik-baik saja dalam hubungan kalian. Kalian akan melakoni pertengkaran, merasa cekcok, dan melalui kejenuhan. Itu bukan hal luar biasa, melainkan semacam kegiatan rutin. Tapi justru pada saat-saat buruk ini kalian harus lebih berusaha lagi. Pada saat seperti ini, cinta kalian akan diuji — apakah akan mengeratkan, atau justru menjengahkan?

5. Berhenti Berharap Dia Berubah Demi Kamu. Semua Orang Berubah Demi Dirinya Sendiri


Tidak ada yang bisa berubah demi orang lain via www.dennisyap.com

Kita semua punya kekurangan, tidak terkecuali pacar kamu. Pada saatnya nanti kamu pasti berharap dia mau mengubah sikapnya demi keberlangsungan hubungan ini (baca: demi kamu). Berhenti merokok atau jadi lebih jago memasak, misalnya. Kalau dipikir-pikir apa sulitnya? Masa demi kamu saja tidak bisa?

Tapi sesungguhnya, tidak ada orang yang bisa berubah demi orang lain. Kita semua akan berubah ketika kita sadar bahwa itu baik demi diri sendiri. Mungkin berkompromi untuk pacar biasa-biasa saja — tapi seperti yang sudah ditekankan sebelumnya, kalian berdua adalah dua individu yang berbeda.

Jika kamu mau dia berubah, tekankan bahwa itu untuk kebaikannya sendiri. Dan jangan lupa: kamu harus terima bahwa apa yang menurutmu baik untuk dia bisa berbeda dari apa yang menurutnya baik untuk dirinya sendiri.

6. Di Saat-Saat Awal, Kamu Akan Merasa Pacaran adalah Segalanya. Namun Seiring Waktu, Kamu Akan Sadar Kalau Itu Hanya Pelengkap Kehidupanmu


Pacaran itu cuma pelengkap, bukan bahan utama dalam hidup via www.dennisyap.com

Pada saat panas-panasnya, kamu serasa tidak mau pisah sedetik pun dari pacar. Pada 3 bulan pertama kamu yakin bahwa dia merupakan love of your life. Namun setelah sekian lama kamu akan sadar bahwa kamu juga punya prioritas, begitu juga dirinya. Dia akan kembali mengurus hidup sendiri, dan kamu juga kembali fokus belajar. Kamu akan kembali ingat kalau kamu juga punya keluarga, yang juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kamu.

Penting bagi kamu untuk tetap menjalin silahturahmi dengan banyak orang. Jangan pernah menghabiskan harimu hanya dengan pasangan. Persahabatan dan dukungan yang kuat dari keluarga akan memastikan kamu akan tetap terlindungi dan ceria ketika suatu hal yang buruk terjadi pada hubungan kamu. Pacaran hanyalah salah satu dari berbagai hubungan yang bisa kamu jalani selama hidup. Kamu tidak seharusnya terlena dengan satu hubungan saja.

7. Cinta Hanyalah Pondasi Untuk Membangun Sebuah Hubungan. Kamu Butuh Banyak Hal Lainnya Agar Hubungan Itu Bertahan


Cinta itu hanya pondasi saja via weaffair.com

Untuk bertahan, sebuah hubungan membutuhkan lebih banyak hal dari sekedar cinta-cintaan. Kepercayaan, usaha keras, pengertian, kesabaran, respect, serta hal-hal duniawi seperti uang dan karir sebenarnya penting untuk dirundingkan.

Perasaan Cinta yang Menggebu-Gebu Perlahan-Lahan Akan Pudar. Pada Akhirnya, Kamu Akan Memilih Tetap Bersama Bukan Karena Mencintainya, Melainkan Karena Menghormatinya

Hubungan yang sehat menuntut kedua pihak yang terlibat untuk saling berkompromi. Di setiap detik, di segala kondisi. Tidak selamanya pacaran itu soal cinta. Justru pacaran adalah sesuatu yang lebih besar: komitmen bersama untuk tumbuh jadi lebih bahagia.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Categories:   Gaya Hidup

Comments on Fakta vs. Mitos: Hal-Hal yang Akan Kamu Jumpai dalam Pacaran